Dari kejauhan
kami melihat rumah kayu tua dan sungai, karena hari mulai malam kamipun
mengambil keputusan untuk menginap di rumah itu. Di depan rumah itu kami
menghidupkan api dan mulai memasak mie. Setelah kami mengisi perut, kami mulai
mengantuk, aku menyuruh Gita dan Nina tidur didalam sedangkan kami ber-3
bergantian berjaga di luar. Aku mendapat giliran jaga pertama, setelah aku
berjaga beberapa menit, tanpa kusadar mataku mulai terlelap dan akupun
tertidur…
Tiba-tiba
badanku bergetar, matakupun mulai terbuka, ternyata Nina membanguni ku “Kenapa
kau membanguni ku, inikan masih jam 2, kalo masalah aku ketiduran aku minta
maaf” kata ku dengan suara yang pelan, “Gita Rick, Gita!” balas Nina “Kenapa
Gita?, kenapa kalian begitu takut” kata ku “Gita menghilang Rick, di tempat dia
tidur tadi ada darah” jawab Dzaky menyaut dengan ketakutan. Dengan wajah pucat
aku menjawab“Aaa… Apa Gita menghilang, ti..ti..tidak mungkin, apakah mimpi kita
akan jadi nyata?” kami semua saling menatap.
“Sudah
tenang dulu, bagaimana kalau bsk pagi kita semua mencari Gita, lebih baik sekarang
kita sama-sama di sini menunggu matahari terbit” kata Niko. Kamipun berdiam di
depan api unggun sambil berdoa agar Gita tidak apa-apa. Mataharipun mulai
terbit, dengan wajah yang masih pucat kami datang ketempat hilangnya Gita, kami
mengikuti jejak darah itu, dan jejak darah itu berakhir di sungai. Kami ber-4
saling bertatapan “Bagaimana sekarang” kata ku “karena di sungai sebelah sana
ada dua jalur maka kita bagi menjadi dua kelompok aku dengan Nina ambil sebelah
kiri lalu kau dengan Niko ambil jalur sebelah kanan jangan lupa, masing-masing
dari kita harus membawa satu pisau, jam 3 kita berkumpul lagi disini” kata
Dzaky.
BERSAMBUNG......
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar